Tomiyang, siapa sih yang gak penasaran sama penyanyi pendatang baru ini? Gue kasih tau, Tomiyang baru aja resmi memperkenalkan karya perdananya lewat single berjudul “Kasih (IBU) Tak Sampai”. Dirilis serentak di seluruh platform musik digital pada 14 Agustus 2026, lagu ini bikin semua orang pengen tau lebih tentang dia. Genre pop ballad yang diusung Tomiyang ini lahir dari pengalaman pribadi yang cukup emosional, yaitu kehilangan sosok ibu. Yup, lo gak salah denger, Tomiyang mengungkapkan rasa rindunya yang mendalam dalam lagu ini.
“Karya ini saya dedikasikan untuk mengobati rasa luka dan rindu yang tidak kunjung sembuh setelah ditinggal ibu,” kata Tomiyang. Dan lo tau, menjelang perilisan, dia mengaku perasaannya campur aduk, antara gugup dan overthinking. Ya, wajar lah, ini adalah perkenalan pertamanya ke dunia musik Indonesia!
Lagu “Kasih (IBU) Tak Sampai” terinspirasi langsung dari pengalaman pribadinya. Gak ada cerita orang lain di sini, semuanya dari hati Tomiyang sendiri. Bayangin aja, momen pulang dari makam ibunya, itu yang menggerakkan hati Tomiyang untuk menciptakan lagu ini. “Ada perasaan yang sulit dijelaskan kecuali oleh orang-orang yang sudah kehilangan orang terkasih,” tambahnya. Dan judulnya, “kasih yang tak sampai”, menggambarkan harapan yang dalam: seandainya sang ibu masih ada untuk menyaksikan mimpinya jadi nyata.
Melalui lagu ini, Tomiyang ingin bilang ke kita semua, betapa pentingnya menghargai waktu bersama orang terkasih sebelum semuanya terlambat. Dari kenangan sederhana seperti senyum ibu hingga aroma masakannya, semua jadi berharga setelah kepergian sang ibu.
“Kau jadi rumah yang tak bisa kumasuki lagi,” ungkap Tomiyang, mengekspresikan betapa kehilangan itu terasa. Dan larik “Aku simpan kau di ruang yang tak bernama” menunjukkan betapa bingungnya dia menamai emosinya sendiri. Metafora dalam lirik-liriknya bikin kita merasa, dan itu adalah karakter yang bawa Tomiyang ke dunia musik.
Gak main-main, butuh waktu lebih dari 10 bulan untuk menyelesaikan liriknya. Tantangannya? Memasukkan jiwa dan rasa kehilangan ke dalam lagunya. Setiap sesi rekaman, Tomiyang bahkan sampai menangis. “Suara saya bergetar, tenggorokan sakit menahan air mata yang terus ingin keluar,” kata dia. Nah, itu dia, proses yang bikin lagu ini penuh perasaan.
Sebagai pendatang baru yang berambisi, Tomiyang pengen bawa nilai-nilai sederhana yang berharga dalam setiap karyanya. Genre pop ballad yang dipilih sesuai banget dengan jiwa musiknya, di mana kejujuran jadi nilai utama. Sebelumnya, Tomiyang dikenal sebagai pendiri Pink Print Team (PPT), komunitas tari yang udah melahirkan banyak musisi berbakat. Dan kini, dia berani terjun ke dunia musik, sesuatu yang udah lama dipendamnya.
Nggak mau ketinggalan, Tomiyang berharap single “Kasih (IBU) Tak Sampai” bisa jadi teman bagi siapa pun yang merasa kehilangan, sekaligus pengingat untuk menyayangi orang tua sebelum terlambat. “Pelukan untuk ibu, dan suapan makan dari tangan ibu,” tutupnya.
Nah, buat lo yang penasaran, “Kasih (IBU) Tak Sampai” udah dirilis di seluruh platform musik digital. Dan jangan lupa, penampilan live perdana Tomiyang bakal digelar pada 16 Agustus 2026. Lo gak mau ketinggalan momen ini, kan?
