Categories Artist New Release

Coldbloom Mempesona dengan Single Perdana When It Feels Like the End Menghadirkan Musik Emosional yang Menyentuh Hati

Lo udah denger tentang Coldbloom? Kalo belum, siap-siap aja karena ini band asal Surabaya lagi naik daun dengan single perdana mereka yang berjudul “When It Feels Like the End.” Rilis pada 25 September 2025, Coldbloom ini bener-bener punya vibe yang berbeda dan pastinya bikin lo penasaran!

ColdBLOOM, iya, lo baca bener! Band ini digawangi oleh Aiko yang jadi vokalis utama, ditambah Julio yang ngisi gitar dan vokal, serta Johannes yang main bass dan vokal. Konsep mereka? Atmosfer melankolis yang hangat dan penuh kejujuran emosional. Bayangin deh, lo dengerin lagu ini sambil merenung; rasanya kayak di pelukan hangat saat hujan deras.

Di single perdana mereka, Coldbloom pengen ngasih lebih dari sekadar musik enak. Mereka pengen bikin ruang aman buat semua orang yang lagi berjuang dengan perasaan dalam diri mereka sendiri. Aiko bilang, “Tujuan gue sih menyampaikan isi hati yang sulit buat disampein dengan ngomong biasa, dan hopefully bisa bantu orang-orang yang mungkin relate juga sama perasaan gue.” Lo bisa ngerasain banget keinginan mereka buat terhubung dengan pendengar.

Julio, salah satu personel Coldbloom, juga punya pandangan menarik tentang proses bermusik mereka. “Yang utama buat nyenengin diri sendiri. Nuangin imajinasi di kepala jadi format yang bisa didengerin diri sendiri maupun orang lain itu udah bikin gue senyum-senyum tipis.” Nah, itu dia! Coldbloom bukan hanya sekadar band, tapi juga cara mereka buat mengekspresikan kebahagiaan.

Proses pembuatan “When It Feels Like the End” terbilang spontan. Julio cerita, lagu ini tercipta kayak main puzzle. Aiko nyanyi dengan vokal yang udah ada, terus Julio tambahin chord di atasnya, dan Johannes ikut utak-atik bagan lagu yang masih mentah. Hasilnya? Suara yang rapi dan jujur, walaupun genre-nya bisa dibilang ambience.

Johannes sendiri ngerasa bahwa dinamika antar anggota jadi bagian paling menarik dari perjalanan Coldbloom. “Yang keren justru gimana kami bisa saling percaya satu sama lain. Ego pasti ada, tapi semua tau porsinya dan tetap saling dukung. Dari situ prosesnya jadi seru banget,” ungkapnya. Ini nih yang bikin Coldbloom beda, soliditas mereka!

Mereka juga ngakak saat ngomongin Connective, kolektif penting di Surabaya yang udah banyak bantu talenta baru. Coldbloom berharap ekosistem musik di Surabaya bisa makin terbuka terhadap genre-genre lain. “Surabaya punya banyak banget warna musik yang belum terekspos. Tahun ini aja udah banyak rilisan baru. Tinggal gimana kebisingan ini bisa diberitakan lebih luas, biar rantai ekosistemnya jalan terus,” kata Johannes lagi.

Jadi, dengan “When It Feels Like the End,” Coldbloom enggak cuma ngasih lagu, tapi juga ngasih pengingat bahwa di tengah perasaan paling gelap sekalipun, pasti ada cahaya kecil yang bisa ditemukan lewat musik. Coldbloom itu bukan sekadar band, mereka adalah teman yang siap nemenin lo di saat-saat susah.

Jadi, lo udah siap untuk mendengarkan Coldbloom? Pastikan lo gak ketinggalan, karena perjalanan mereka baru saja dimulai dan ini adalah awal yang jujur dan emosional! Siap-siap baper ya!

Amreta Tas Kulit Lokal yang Menggabungkan Gaya dan Kualitas untuk Setiap Kesempatan

Menggugah Kesadaran Lingkungan Melalui Musik TATAJIWA dengan Video Klip Timur Terluka